Get Lost in Bali

Pada liburan kali ini gue berkesempatan untuk mengunjungi salah satu pulau yang kaya akan destinasi pariwisatanyam yaitu Bali. Hal ini juga merupakan pertama kalinya gue ke Bali. Karena emang dari dulu gue pengen banget ke sini, saking senangnya gue pengen mereview perjalanan gue selama di Bali. Ternyata Bali emang seindah yang ada di foto-foto gengs. Untuk kelanjutannya, berikut adalah review perjalanan dan tempat-tempat yang gue kunjungi selama di Bali!

Dari Bandara Soekarno-Hatta, gue dan rombongan berangkat sekitar jam 6 pagi. Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam lebih, ditambah selisih waktu satu jam lebih cepat.Setibanya di bandara, mata gue langsung tertuju dengan pemandangan laut di tepi landasan pesawat. Bandara I Gusti Ngurah Rai adalah bandara Internasional yang berada di provinsi Bali yang menurut gue adalah salah satu bandara dengan pemandangan paling indah karena letaknya yang berhadapan langsung dengan laut lepas. Mungkin kedengaran menakutkan kalau tiba-tiba pesawatnya nyeplung ke laut, tapi menurut dari standar penerbangan bandara lebih dianjurkan untuk dibangun di daerah pesisir lantaran di daerah yang jauh dari laut. Selain Changi, so far bandara yang namanya diangkat dari salah satu pahlawan Bali ini adalah bandara terbaik yang pernah gue kunjungi walaupun secara luas memang masih kalah sih sama Soetta ataupun Changi. Sayangnya, cuaca kurang baik di bulan Agustus mengingat sedang musim pancaroba. Suasana Bali memang masih layaknya indonesia, macetnya pun 11 12 dengan Jakarta, namun karena banyaknya pendatang dari luar negeri yang berkunjung kesini Bali terasa seperti di luar negeri. Penduduk disini nggak cuma bisa bahasa Indonesia dan Inggris, bahkan ada yang bisa berbahasa Jepang atau Mandarin.
Abaikan foto KTP gue.
Bali dari atas langit
Bandara I Gusti Ngurah Rai, keliatan kan lautnya?


Pura Tirta Empul menjadi tujuan dan awal pembuka perjalanan kita. Lokasinya berada di Tampaksiring, Bali. Ya, sama halnya dengan tempat ibadah lain, pada umumnya Pura Tirta Empul merupakan tempat peribadatan umat Hindu pada umumnya. Namun, pura ini juga dibuka menjadi situs wisata di Bali karena pura ini merupakan tempat penyucian diri. Nggak cuma tempat penyucian diri, ternyata di Pura ini juga terdapat istana kepresidenan RI yang di bangun pada era Soekarno. Pada saat memasuki pura, diwajibkan untuk memakai kain dan bagi wanita yang berambut panjang diharap untuk menguncir rambut agar terlihat lebih rapi. Biasanya pada saat mengunjungi Pura akan ada banyak umat Hindu yang sedang sembahyang dan mandi di kolam pemandian. Oh iya, ternyata turis disini bukan hanya bule doang lho yang tertarik, tetapi disini banyak juga orang-orang Timur terutama turis Tiongkok. Yang uniknya lagi, penjual souvenir disini aja bisa ngomong Mandarin bahkan gua sampe plangak plongok dengernya pas gue lewatin bagian pasar di belakang Pura ngomong pake bahasa Mandarin ke gua (mungkin gua dikira turis Tiongkok kali ya 😂). Gua jadi tertarik buat pkl disini mengingat nanti gue akan menjadi lulusan D3 Bahasa Mandarin, dan penggunaan Mandarin disini bener bener terpakai karena emang banyak restoran atau hotel yang menggunakan huruf Hanzi dan istilah-istilah Mandarin disini.
Pura Tirta Empul (maap mejeng)

Desa Penglipuran Karena hari pertama gue nginep di daerah Ubud yang merupakan daerah pegunungan, pada hari yang kedua gue baru pergi ke daerah pantai. Tapi sebelum ke pantai gue dan rombongan menuju ke desa penglipuran yang terletak di kabupaten Bangli, yaitu desa yang merupakan homestay masyarakat Bali yang lengkap dengan rumah adat disini. Semuanya masih tradisional bangunan Bali, dan penduduknya juga ramah-ramah dengan pengunjung lain. Yang paling mencolok disini juga terdapat banyak perkakas tradisional seperti dapur yang hanya berupa rumah-rumahan kecil yang didalamnya hanya ada tungku api untuk memasak.


Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali.

Tol Bali-Mandara Ya namanya juga Bali, yang terkenal pasti pantainya kan? Bali udah ada tol diatas laut yang namanya tol Bali-Mandara. Salah satu tol paling indah di Indonesia karena letaknya yang ada diatas laut menghubungkan antara daerah Kuta dengan Nusa Dua. Tol ini bisa dilewatin juga sama motor lho, dan ada jalur khususnya juga untuk pengguna sepeda motor. Pemandangan dari tol Bali-Mandara ini akan semakin apik di sore hari sembari melihat sunset yang ada di laut. Sayangnya, pada saat gue melewati tol ini airnya sedang surut.
Tol Bali-Mandara, salah satu tol diatas laut yang ada di Indonesia. Sayang pas ambil fotonya lagi pasang surut jadi viewnya kurang bagus

Kuta Selanjutnya kita ke Kuta. Salah satu pantai yang dibuka untuk umum dan gratis - karena gratisnya ini jadi banyak pengunjungnya. Jangan kaget kalau kesini macet, banyak bule bikinian, minuman beer bebas dijual dan nggak pernah sepi. Disini emang wisata yang dituju buat turis luar negeri, di pinggiran pantai juga banyak bar-bar dan hotel berbintang, bahkan juga ada
And here's pantai Kuta!
pusat perbelanjaan, yaa mirip-mirip gitu sama Malioboro tapi ini yang high classnya lah ya. Saking crowdednya untuk cari parkiran dan tempat duduk itu susah banget. Dari pantai Kuta kita juga masih bisa liat pesawat yang mau landing dan take off lho, karena lokasinya tidak begitu jauh dari bandara. 

Kalau ke Bali, wajib banget kesini!
Uluwatu hari ketiga, gue pergi ke daerah bukit, antara lain ke pantai Pandawa, Pura Uluwatu dan pantai Jimbaran. Dari semua destinasi yang gua jalanin, yang paling gue suka adalah pas di Uluwatu dan Jimbaran. Pura Uluwatu adalah pura yang berada di tepi pantai, tepatnya berada diatas bukit karang. Disini juga banyak monyet-monyet yang berkeliaran, maka pada saat memasuki pura dianjurkan untuk tidak menggunakan kacamata ataupun memberi makan kepada monyet. Yang paling magnificent dari tempat ini adalah lokasinya yang langsung berhadapan dengan samudra Hindia, dan keindahan laut semakin indah kalau lagi cerah. Saking indahnya, gue sampe males foto karena menikmati keindahan disini.

Jimbaran Guess what? Dalam sehari gue udah ke Jimbaran 2 kali. Yang pertama pergi ke pantai Jimbaran untuk makan-makan dan yang kedua untuk meet up sama temen gue (sebenernya masih ada hubungan saudara sih) yang kuliah di Universitas Udayana yang lokasinya di Jimbaran. Sorenya gue makan di pinggir pantai Jimbaran, emang sih harganya nggak recommended karena emang cuma jual view yang ada di pinggir pantai. Tapi pemandangan banyak lampu di pinggir pantai bikin suasananya makin romantis kayak di film film *halah*. Dan dalam perjalanan Jimbaran ke Kuta kita kejebak macet hampir setengah jam, padahal gatau macetin apaan. Sampe ke hotel gue mandi, terus siap siap buat janjian sama temen gue. Karena awalnya gue janjian jam 10, tapi jadinya malah jam 11. Ya namanya juga orang Indonesia sih ya. Akhirnya gue dijemput temen gue di hotel yang lokasinya di Tuban, Kuta. Ternyata Jimbaran ke Kuta nggak jauh gais, cuma karena macet doang jadinya lama banget rasanya kesana doang. Oh iya, gue juga lewatin salah satu PTN yang ada di Bali ini, bagunannya emang misah misah sih kayak kampus gue juga tapi bangunannya tuh arsitektur Bali banget dan tanahnya luas banget. Jadi inget dulu pengen daftar UM disitu tapi nggak jadi karena gua pikir harus ke Bali langsung :( karena temen gua ini cowok dan orang Jakarta, jadinya dia naik motor ngebut banget di tengah malem dan nekatnya dia lepas helm di tengah jalan. Nggak ngotak bat anjirrr. Dan pas gua tanya dia cuma bilang "disini polisinya nggak kayak di Jawa, pada jinak semua." Oh iya, temen gua ini anak kembar, dan sama sama kuliah di Bali dan satu jurusan juga. Terus gue ngelewatin jalan deket RS Udayana dan itu jalanan menuju bukit, gelap dan serem banget aslia lah, terus gua selama ngampus gimana sampe jam 2 kurang. Jimbaran-kuta bisa ditempuh 15 menit doang jam segini, nggak kayak jam produktif. Menurut gua, kalau di Bali emang enakan bawa motor daripada bawa mobil asli. Dari atas gua bisa liat gemerlap di tepi pantai. Anjir jadi pengen tinggal di Bali gua, everyday is holiday bruh.
Pantai Pandawa

Pantai Jimbaran

Lupa nama pantainya apaan, tapi seinget gue di daerah Nusa Dua

Makanan Untuk yang nggak suka pedas kayak gue, emang agak susah sih makan disini. Gua nyoba ayam betutu, makanan khas Bali. Ayamnya sih enak, tapi sambelnya pedes banget sampe keselek gua. Selama disini gua cuma makan mie goreng sama nasgor doang soalnya nggak cocok makanan disini. Mau makan selainnya mahal mahal juga. Dan untuk makanan halal emang agak susah disini, jadi dianjurkan untuk lebih hati-hati aja kalau pilih makanan, karena sejenis tahu bulat atau makan yang lumrah di Jakarta pun emang agak jarang disini.

Sebenernya liburan 4 hari doang belom puas sih, harusnya seminggu. Tadinya juga temen gue mau ajak gua main paginya, tapi karena gue nggak sempet ya  mau gimana lagi. Tapi gua udah janji sih kalau nanti KKL kesini gua kabarin lagi biar bisa meet up. Padahal gua pengen banget ke Lovina liat lumba-lumba dan masih banyak destinasi lain yang pengen gua kunjungi.

Ya walaupun begitu, gue tetep seneng dikasih kesempatan buat berkunjung ke Pulau Dewata, dan dari sini gua jadi dapet pencerahan PKL. Berharap banget bisa kesini lagi buat sekedar liburan, KKL, ataupun magang. Bali adalah suatu pengalaman yang nggak bisa gue lupain, karena disini juga gue bisa tau kalau potensi pariwisata Indonesia bener-bener nggak ada tandingannya. Siapa sih yang nggak tau Bali? Orang-orang udah masukin Bali sebagai wish list yang wajib dikunjungi. Sebagai orang Indonesia harusnya kita bangga punya negeri yang penuh potensi wisata alam, bahkan hampir di setiap pulau Indonesia punya wisatanya sendiri kan?

See you on the next post!

Comments

Popular Posts